Sabtu, 13 April 2019

Pernahkah kamu berada dalam satu situasi di mana kamu tidak lagi tahu harus melangkah ke mana dan harus melakukan apa lagi? Setiap orang pasti pernah mengalaminya, saat ketika tidak ada lagi tujuan, harapan, bahkan masa depan yang tidak jelas. Tidak hanya sampai di situ saja, bahkan setelah semua jalan panjang dan kegiatan yang menyibukkan, jalan untuk pulangpun tidak bisa lagi ditemukan. 
Jika ditanya, bagaimana rasanya mengalami hal tersebut? Maka akan aku jawab tidak menyenangkan, merepotkan, tidak membuat tenang, dan merepotkan lagi. Ada yang bilang di saat seperti itulah masalah yang melebihi masalah mulai bermunculan, dan itu semua benar. Namun demikian, aku bercerita seperti ini bukan tanpa penyelesaian.
Mazmur 14:1-7, menjadi refleksi saya saat ini membuat saya mengerti tentang masalah yang sedang saya hadapi tersebut. Melalui refleksi ini, saya menyedari bahwa yang sedang saya lakukan adalah mengerjakan apa yang seharusnya tidak saya kerjakan dan melangkah di jalan yang bukan jalannya saya. Sehingga itu membuat saya bingung dan tidak tahu apa yang sedang saya lakukan dan kemana saya harus melangkah.
Tuhan sudah membuat jalan-Nya kepada tiap-tiap orang. Sehingga setiap orang hanya tinggal melangkah di jalan yang sudah disediakan itu. Jangan takut bahwa apa yang akan kamu jumpai ke depannya akan berat, karena Dia tahu batas kemampuna setiap orang.
Bahkan, sekalipun kita nanti tanpa sadar menyimpang dari jalan tersebut, Ia tetap setia menunggu kita datang kembali. Ia adalah Tuhan yang baik, pemurah dan kasih yang menuntun kita kembali ke jalan yang benar. Percayalah bahwa selama kita mengikuti jalan-Nya kita tidak pernah sendirian.
Saya adalah seorang Kristen, percaya kepada Tuhan, dan memiliki iman kepada-Nya. Saya tahu bahwa saya tidaklah sempurna dan bisa jatuh kapan saja dan oleh berbagai sebab. Namun, satu hal yang pasti, dalam setiap kejatuhan itu saya mempercayai satu hal, bahwa ada satu Tuhan akan yang selalu mendorongku dari belakang untuk terus maju, mengangkatku ketika aku jatuh, dan menghibur aku ketika dalam susah.
Ini memang cerita namun ada satu hal yang ingin aku bagikan kepada semua orang. Satu hal yang selalu saya yakini hingga saat ini adalah "Kamu tidak sendiri". Saya sendiri berani berbicara seperti ini karena saya pernah/selalu/sengaja/ mencoba untuk membuktikan ketidak sendirianku dan merasakan banyak pergumulan itu dan saya tahu itu bukanlah hal yang membahagiakan.
Sehingga dalam hal ini  saya memang harus mempercayai kepada-Nya. Berjalan di jalan yang sudah Dia siapkan adalah anugerah, dan terkahir adalah penyertaan-Nya nyata yang masih saya rasakan sampai saat ini.

Kamis, 10 Januari 2019

Me and me

Mungkinkah manusia memang ada yang dilahirkan dengan banyak kekurangan? Jika memang demikian apakah itu karena kasih Tuhan kurang bagi dia, atau itu terlalu berlebih sehingga tidak sanggup menerimanya. Yang pasti hal demikian tentulah tidak. Lalu apa yang salah? Pernahkah kamu menerima dirimu sendiri? Aku selalu mencoba menerimanya dan yang aku jumpai hanya banyak kegagalan di dalamnya. Apakah itu cukup untuk menerima? Apa yang sebenarnya keinginanmu? Yang ku inginkan hanyalah agar aku bisa sama seperti orang lain. Akau melihat bahwa banyak orang-orang bisa melakukan apa yang aku tidak bisa. Bukankah kamu pernah mengatakan bahwa kamu bisa dekat dengan anak-anak? Siapapun bisa dekat dengan anak-anak, tidak tanpa di dekatipun anak-anak itu akan dengan sendirinya mendekat kepada siapapun. Kamu yakin dengan pemikiran itu? Jika demikian bisakah kamu menjelaskan sebuah kejadian di mana seorang anak menolak orang tuanya sendiri atau seorang anak yang tidak mau begaul dengna siapun? Jangan pernah menganggap rendah apa yang kamu miliki. Jika memang hal itu demikian, maka seharusnya ketika manusia jatuh dalam dosa Tuhan tidak perlu datang kepada manusia tersebut, melainkan sebaliknya. Lalu apa yang salah dengan ku? Setiap kali aku berusaha, aku selalu merasa gagal, dan setiap kegagalan itu hanya menjadi beban bagi orang lain. Bisa tidak kamu berhenti untuk tidak memikirkan apa yang orang lain katakan atau apa yang orang lain rasakan. Kamu tidak bisa mengetahui apa yang dipikirkan oleh orang lain demikian juga sebaliknya!!! Sekarang apakah kamu sudah mengenal dirimu sendiri?Bagiamana dirimu sendiri sebenarnya? Jika memang kamu sudah tidak tahu siapa lagi dirimu, setidaknya sekarang bagaimana dirimu yang sekarang? Pernahkah kamu memberikan penilaian yang layak untuk dirimu?............... Lihat dirimu! kamu sendiri tidak lagi bisa menilai bagaimana dirimu yang sebenarnya. Dan sekarang kamu masih mau memikirkan apa yang orang lain rasakan dan dipikirkan terhadapmu? Jangan membuatku tertawa akan hal itu, karena tidak ada yang lucu akan hal itu. Aku juga adalah bagian dari dirimu dan aku tidak ingin kamu terus menerus jatuh dalam hal yang demikian terus menerus. Mungkin aku sudah lama membiarkan dirimu seperti ini berharap kamu bisa berubah dengan sendirinya, tapi nyatanya tidak. Apakah kamu masih mau lari lagi? Sekarang apa yang ingin kamu katakan? Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan, karena semua sudah terlihat kabur bagiku, aku tidak tahu lagi harus melangkah kemana. Tidak apa-apa, bukankah itu gunanya kami di sini, yaitu untuk mendukungmu? Apakah aku memang betul-betul bisa untuk berubah? Tentu saja bisa. Baikalh aku akan mencoba sekali lagi. Eh hm, cobalah.  

Senin, 06 Maret 2017

Sahabat

Sahabat….
Mungkin banyak yang mengatakan ketika kamu memilki sahabat itu akan membuat pertemananmu terasa lengkap. Namun, yang namanya sahabat juga tidak bisa terlepas dari yang namanya masalah. Ketika kita mengatakan telah memiliki sahabat bagaimana kita akan mempertanggung jawabkan persahabatan tersebut? Apakah dengan tidak menjadi batu sandungan bagi sahabat kita? Sahabat? Akankah kamu satu-satunya sahabatnya tau kamu salah satu diantara sahabatnya?
Ada sebuah kisah tentnag dua orang sahabat yang sudah bertahun-tahun bersama dan telah sangat dekat. Setiap kali aku melihat dua orang sahabat ini akau selalu merasa dapat mengerti arti sahabat. Melihat mereka selalu bersama baik dalam bekerja sama dalam berbagai hal maupun dalam mengahadapai pergumulan bersama.
Namun, suatu ketika sebuah jurang memisahkan mereka sehingga mereka tidak bisa bersama dalam hal pemikiran. Masalah mereka tidak dapat diselesaikan bahkan semakin membuat jarak mereka terpisah. Lalu aku melihat sebuah jemabatan yang mempersatukan jurang tersebut diantara kedua sahabat itu. Aku mengira dengan adanya jembatan itu membuat persahabtan mereka akan kembali akur tapi sayangnya jembatan itu djaga oleh Troll sehingga kedua sahabat itu tidak bisa bertemu.
Jembatan yang seharusnya mempersatukan kedua sahabat itu tidak menjadi berfungsi karena dijaga oleh Troll tersebut. Akhirnya kedua sahabat tersebut tidak dapat bertemu sampai sekarang. Kedua sahabat itu telah berpisah. Aku berharap jembatan itu dapat mempertemukan kedua sahabat itu kembali suatu hari nanti.

Jumat, 18 November 2016

Jawaban

          Dua tiga patah kata yang dapat kukatakan tapi apalah daya satu katapun tidak memiliki arti. Siapa yang merasa dirinya adalah orang yang paling merasa ditinggalkan berarti kamu sebenarnya adalah orang yang meninggalkan orang lain. Kamu terlalu sibuk dengan dirimu sendiri tanpa memikirkan bahwa ada orang lain yang selalu mendukung kamu. Mungkin tidak disadari tapi aku menyadarinya karena aku pernah berada di posisiseperti itu. Seakan dunia meninggalkanmu dan bahkan Tuhanpun serasa meniggalkanmu. Tidak ada yang memperhatikanmu dan aku menyalahkan semuanya. Aku menyalahkan apa yang tidak aku lihat dan tidak aku ketahui. Semua seperti tidak adil dan bahkan semuanya seperti omong kosong belaka yang tidak memiliki arti yang spesial bagiku. 
            Apalah dayaku ketika aku harus menghadapi semua tekanan yang menimpa diriku. Apalah dayaku ketika aku hampir terjatuh kedalam jurang yang paling dalam dari yang namanya putus asa. Semuanya itu serasa aku ingn meledakkan diriku tak bersisa sehingga dunia tidak mengingat aku lagi. Aku hanya ingin tahu sebuah jawaban tidak lebih dan tidak kurang dari itu. Setiap bagian dalam hidupku aku ingin mengetahui mengapa semua itu dapat terjadi. Aku kehilangan orang-orang yang aku kasihi, kehilangan teman-teman yang dulu tidak seperti temanku yang sekarang, kehilangan kasih sayang dari kedua orang tuaku. Aku ingin mengetahui mengapa semua itu dapat terjadi. Apakah semua itu harus membuatku menjauh dari sumber pengharapan utamaku? Sumber kebahagiaan dan harapan ku yang kepada-Nya aku bertumbuh dalam keyakinan? 
            Diakhir dari kebingungan dan keputusasaanku aku mendapatkan sebuah jawaban yang sangat indah, yaitu "Jalani maka kamu akan mengetahui." Sebuah jawaban yang sederhana namun memberikan sebuah kekuatan dalam diriku. Darimana datangnya jawaban tersebu? Dari Dialah sumber jawabanku yang mengajari aku dan membuaatku semakin bertumbuh dalam imanku. Pikiranku dibukakan-Nya melihat segala hal yang terjadi dalam hidupku. Ketika aku kehilangan orang yang aku cintai ada orang-orang yang ternyata selama ini mengkhawatirkan aku. Ketika aku kehilangan rasa pertemanan yang dahulu, ternyata ada teman-teman yang rela meluangkan waktunya untuk mendoakan aku dan mendorong aku. Ketika aku tidak tahu bagaimana kasih sayang yang didapat dari dua orang tua, ternyata ada kasih yang lebih besar dari pada itu, yaitu kasih Allah kepadaku yang membawa aku sampai sekarang ini. 
              Sekarang aku menyadari jawaban apa yang selama ini aku butuhkan. Jalanilah semua kehidupanmu selama di dunia ini dan lihatlah betapa kamu terkagum akan kebaikan-Nya. Lihatlah seluruh kehidupanmu tidak hanya dari satu sisi saja maka kamu akan mengerti bagaimana Tuhan mengarahkanu dirimu sesuai rencana-Nya yang indah. 
    

Minggu, 22 Mei 2016

Dosa Yang Membawa Kepada Penghukuman

Pendahuluan
Setiap orang tentunya pernah melakukan kesalahan dan tentunya kesalahan tersebut dilatar belakangi oleh berbagai hal. Mungkin tanpa disadari marah adalah suatu kesalahan yang mungkin membuat seseorang mendapatkan suatu hukuman yang berat. Beberapa kasus yang terjadi ketika seseorang dihukum akibat ia tidak bisa mengendalikan emosi dan amarahnya.
Ada masanya dimana mungkin seseorang tidak dapat mengendalikan emosinya di latar belakangi oleh beberapa faktor baik faktor internal maupun eksternal. Namun, apakah kemarahan merupakan suatu kesalahan yang dapat membuat seseorang dihukum dengan hukuman yang mungkin cukup berat. Dalam kehidupan kita tanpa kita sadari kasus seperti itu mungkin pernah terjadi.
Tokoh-tokoh dalam Alkitab juga pernah melakukan kesalahan yang sama. Salah satunya ialah Musa. Mungkin bagi orang-orang yang pernah membaca kitab Bilangan 20: 2-13 akan mengetahui kisah ini. Mungkin juga bagi orang yang membacanya akan langung mengetahui bahwa kesalahan Musa tersebut adalah kesalahan yang fatal karena dia menetang perintah Allah. Hal yang dilakukan oleh Musa tersebut membuat Tuhan marah dan menghukumnya tidak bisa menginjakkan kakinya di tanah perjanjian tersebut.
Jika diselidiki lebih lanjut akan muncul berbagi macam pertanyaan. Bila semakin dicermati tentunya akan muncul pertanyaan apakah yang membuat Musa samapai semarah itu sehingga ia melanggar perintah Allah? Karena seperti yang tercatat dalam Alkitab bahwa Tuhan mengakui bahwa Musa adalah orang yang lembut hatinya. Apakah kemarahan Musa itu memiliki penyebab?
Tidak hanya sampai disitu apakah kesalahan Musa yang hanya karena memukul gunung itu tidak bisa dimaafkan dibandingkan dengan kesalahan bangsa Israel yang selalu melanggar perintah Allah?  Merupakan suatu pertanyaan yang besar bila melihat hal tersebut. Oleh karena itu paper ini akan mencoba menjawab semua masalah yang diambil dalam kitab Bilangan 20: 2-13.



Isi
1.    Penyebab Kemarahan Musa
Musa narah bukan karena tanpa sebab tentunya, kemarahan mungkin saja dipicu oleh beberapa faktor yang mendorongnya sehingga ia tidak dapat mengontrol emosinya. Karena, seperti yang diketahui dalam setiap perjalanannya memimoin bangsa Israel menuju tanah Kanaan, tentu saja banyak tekanan yang ia alami. Tekanan tersebut bisa saja ditimbulkan dari bangsa yang ia pimpin yang merupakan bangsa yang tegar tengkuk. Atau bisa juga disebabkan oleh karena kematian kakaknya Miryam, sehingga membuat hatinya dan perasaannya saat itu sedang tidak baik.
Namun, apakah betul hal demikian? Untuk itu dalam topik ini akan dibahas mengenai apakah penyebab kemarahan Musa sehiggga ia melanggar perintah Allah.

Kematian Miryam
Kematian Miryam terkadang dianggap menjadi penyebab Musa marah kepada bangsa Israel yang selalu bersusungut dan membutanya melanggar apa yang telah diperintahkan Allah kepadanya. Hal itu terjadi karena, Musa juga adalah seorang manusia. Kesedihan kehilangan saudarinya mungkin membuat dia frustasi dan mengalami kesedihan yang dalam. Namun, bila dilihat dari keadaan pada saat itu kematian kakaknya bukan penyebab utama kemarahan Musa. Ada hal yang lain lagi yang membuat Musa mara sampai ia melanggar perintah Allah.

Bangsa Israel
Dalam setiap pelayanan Musa dalam perjalanannya membawa bangsa Israel menuju tanah perjanjian tentunya banyak masalah dan pergumulan yang ia hadapi. Masalah dan perguulan yang ia hadapi tentunya dari bangsa yang ia pimpin sendiri. Seperti yang dikeahui, Alkiab sendiri mencatat bahwa bangsa Israel adalah bangsa yang tegar tengkuk dan bebal. Dalam perjalanan menuju tanah perjanjian berulang kali bangasa Israel berungut-sungut kepada Musa. Mereka tetap tidak percaya kepada tuntunan Allah selama perjalanan mereka menuju tanah perjanjian. Tentunya hal ini bisa menjadi tekanan bagi Musa sendiri karena ia harus menahan amarahnya. Musa merasa gusar atas setiap apa yang dikatakan orang Israel yang berungkali masih tetapi tidak percaya kepada Allah. Sehingga pada suatu titik Musa melakuakn pelanggaran dimata Allah (Mazmur 106:32-33).[1]

Teori diatas bisa dijadikan bukti kemarahan Musa namun, tidak semuanya demikian. Jika dua teori diatas dipakai, maka tanpa sadar di setjui bahwa seluruh perjalanan yang dilakukan berjalan berdasarkan kekuatan Musa sendiri tanpa Tuhan turut campur tangan dalam hal tersebut. Dalam Alkitab bahwa Allah seluruhnya ikut campur dalam perjalanan yang dilakukan oleh bangsa Israel yang dimpin oleh Musa.

Dapat dikatakan kemarahan Musa disebabkan oleh karena ia melihat ketidak percayaan bangsa Israel kepada Allah. Mereka selalu bersungut-sungut karena masalah yang sama yaiyu air dan makanan dan tetap tidak mengingat Tuhan walaupun mereka telah melihat seluruh keajaiban yang telah dibuat Tuhan di depan mata mereka. Orang-orang itu menyalahkan Musa karena membawa mereka keluar dari Mesir. Keadaan bangsa Israel yang seperti itu membuat Musa marah kepada mereka karena sifat tegar tengkuk bangsa Israel. Kemarahan Musa bukan dikarenakan sungut-sungut bangsa Israel tetapi karena ketidak percayaan bangsa Isarael kepada Tuhan yag telah percaya kepada Allah

2.        Kesalahan Musa
Musa di hukum tentunya karena memiliki kesalahan, yaitu tidak melakukan apa yang Tuhan perintahkan kepadanya. Hal itu tercatat dalam Bilangan 20:8, dimana Allah menyuruh berbicara kepada gunung batu agar mengeluarkan air tetapi ia memukul gunug batu itu sehingga dipandang jahat oleh Allah. Namun, apakah sampai disitu saja sehingga Tuhan menghukum Musa?
Kesalahan Musa bukan hanya terletak pada ketidak taatannya kepada Allah tetapi juga karena perbuatannya tesebut menjadi suatu hal yang tidak baik dimata Allah. Hal itu karena Allah menganggap apa yang dilakukan oleh Musa merupakan suatu bentuk ketidak percayaan kepada Allah ( Bilangan 20:12 ).  Sehingga Allah menghukum Musa dan tidak mengijinkan dia masuk kedalam tanah yang telah di janjikan Allah kepada bangsa Israel.

Musa Tidak Taat Kepada Allah
Musa di hukum karena ketidak taatannya kepada Allah karena tidak menaati perintah Allah dengan memukul gunug itu bukan berbicara kepada gunung itu ( Bilangan 20:11). Memang air yang keluar dari gunung batu tersebut tapi itu merupakan suatu hal yang tidak baik dihadapan Allah karena merupakan suatu ketidak taatan atas apa yang telah diperintahkan oleh Allah ( 20:12).
Perbuatan Musa menjadi jahat dimata Allah bukan karena hal yang dilakukan oleh Musa merupakan pelanggaran yang besara atau kecil. Bila kesalahan Musa hanya dilihat dari memukul bukit batu itu maka dalam kitab Bilangan 17:6, Musa memukul Gunug Horeb untuk mengeluarkan air tetapi Allah tidak menghukum dia. Kesalahan Musa bukan hanya dilihat dari sudut pandang yang berbeda merupakan kesalahan yang tidak besar. Allah melihat bahwa perintah yang diberikan kepada Musa adalah suatu hal harus dilakukan sebagai bukti bahwa Allah berkuasa untuk mengeluarkan air dari gunung batu sekalipun hanya dengan berbicara kepada gunung batu tersebut. Apa yang dilakukan oleh Musa menjadi batu sandungan bagi dirinya sendiri karena Allah menghukum dia tidak dapat mengantarkan bangsa Israel sampai merebut tanah tersebut ( Bilangan 20:12).
Ketidak taatan kepada Allah membawa seseorang kepada suatu penghukuman kepada Allah. Penghukuman Musa bukan hanya di tunjukkan kepada dirinya sendiri tetapi juga menjadi teguran kepada bangsa Israel bahwa setiap orang yang tidak percaya kepada pasti mendapatkan hukuman dari Allah sama seperti yang sebelum-sebelumnya. Ketidak taatan membawa setiap orang menjauh kepada Allah dan mengabaikan setiap perintah apa yang diucapkan oleh Allah.

Ketidak Percayaan Musa
Apakah Musa bisa tidak percaya kepada Allah walaupun dia sudah melihat Allah itu sendiri? Menarik jika dilihat bahwa Musa bisa tidak percaya dan melakukan suatu kesalahan yang melanggar kekudusan Allah. Bagaimana mungkin Musa bisa tidak percaya kepada Alllah? Dalam Bilangan 20:12 tertulis bahwa Allah mengatakan bahwa Musa dan Harun tidak percaya kepada Allah. Maksudnya ialah bahwa Musa tidak berbicara kepada gunung batu terssebut tetapi ia kemudian memukulnya. Hal itu terjadi di mungkinkan karena ia sudah tidak tahan lagi melihat perilaku bangsa Israel yang melupakan Allah.

     Perilaku Musa itu mungkin disebabkan oleh arogansinya, atau kemarahannya ketika menerima Firman Allah sehingga ketika ia melakukan apa yang diperintahkan oleh Tuhan ia melakukan tidak sesuai dengan apa yang telah difirmankan oleh Allah.[2] Dalam hal ini kemungkinan ini mungkin masih dapat di setujui bila dilihat ari situasi yang sedang dialami oleh Musa. Namun, dari penafsiran lainnya berkata bahwa perkataan Musa bahwa “.....,haruskah kami mengeluarkan bagimu air dari bukit batu ini?” (Bilangan 20:10) merupakan suatu hal yang menunjukkan bahwa jauh di dalam dirinya ada kuasa Allh dan kekudusan Allah di mata masyarakat.[3] Hal ini yang dianggap Allah menjadi suatu hal tidak menghargai kekudusan dan ketidak percayaan kepada Allah.
           
3.    Keadilan Hukuman Allah
Dari awal pembahasan sempat dibahas bahwa apakah Allah tidak adil dalam menghukum Musa yang sudah bertahun-tahun membawa bangsa Israel menuju tanah perjanjian? Allah tentunya adil dalam menghukum Musa dan juga bagi bangsa Israel itu sendiri. Musa di hukum karena kesalahannya tidak menaati apa yang telah difirmankan Allah kepadanya, ia melanggar kekudusan Allah dan tidak percaya kepada Allah. Allah tentunya sudah mempertimbangkan apa yang hukuman yang ia berikan kepada Musa. Keadilan Allah itu dapat dilihat sebagai berikut:

Hukuman Musa Sama Dengan Bangsa Israel Lainnya
       Bila dilihat dari topik diatas tentunya ada rasa ketidak adilan namun, bila dilihat dari seluruh bangsa Israel yang dihukum oleh Allah semuanya melakukan kesalahan yang sama yaitu tidak taat kepada Allah dan tidak percaya kepada-Nya. Hukum setiap bangsa Israel yang tidak percaya itu adalah tidak ada satupun diantra mereka yang msuk kedalam tanah yang dijanjikan oleh Allah itu semua yang masuk adalah keturunan atau generasi-generasi yang baru dari bangsa Israel. Generasi bangsa Israel yang sebelumnya seluruhnya wafat pada saat di perjalanan atau mendapatkan hukuman tulah dari Allah.
Hukuman Musa sama dengan hukuman bangsa Israel kainnya yaitu tidak dapat masuk kedalam tanah yang dijanjikan Allah. Hukuman itu terlaksanan diata sebuah gunung yaitu Gunung Nebo. Di tempat itu Allah menyuruh Musa untuk menyerahkan jabatannya kepada hambanya Yosua sebagai pengganti dirinya untuk memimpin bangsa Israel masuk kedalam tanah tersebut. Musa naik ketasa gunung dan Allah mengumpulkannya bersama dengan para leluhurnya.

Musa Masih Dapat Melihat Tanah Perjanjian
            Walaupun Musa tidak dapat masuk kedalam tanah tersebut tetapi Allah masih mengijinkannya untuk melihat seluruh tanah itu. Allah menyuruhnya naik keatas gunug itu bukan berarti Allah mengangkatnya melainkan Allah menyuruhnya untuk melihat seluruh keadaan di tanah itu. Ia menyaksikan betapa indah dan suburnya seluruh tempat itu dari atas Gunung Nebi itu. Setelah melihat keadaan tanah itu lalu Allah mengangkatnya dan mengumpulkannya bersama-sama dengan para leluhurnya (Bilangan 34:1-5). Dalam bilangan 34:6 dikatakan bahwa Allah memakamkan Musa disebuah lembah didataran Moab di tentangan Bet-Peor, dan tidak ada orang yang tahu dimana kuburannya.
             
Adanya Pergantian Kepemimpinan
            Walaupun Musa dihukum dengan tidak dapat masuk ke tanah tersebut tentunya Allah memikirkan siapa pengganti yang tepat untukmenggantikan posisi Musa untuk membawa bangsa Israel sehingga dapat memasuki tanah itu. Untuk itu Allah memilih Yosua sebagai penggantinya dikarenakan mungkin Yosua adalah seorang hamba Musa yang setia dan ia tahu apa yang harus dilakukan untuk memimpin bangsa Israel karena ia sudah lama bersama-sama dengan Musa memimpin bangsa itu. Penggantian ini bukan hanya karena hukuman yang dialami oleh Musa melainkan juga karena umur Musa yang sudah tidak memungkinkan lagi.
            Dalam bilangan 31:3 Musa mengatakan bahwa umurnya sudah seratus dua puluh tahun dan sudah tidak mampu lagi untuk melakukan perjalananya. Salah satu tafsiran mengatakn bahwa umur tersebut berdasarkan hitungan tiga kali 40tahun. Karena orang Ibrani menganggap satu generasi berlangsung sekitar empat puluh tahun, angaka 120 menandakan sudah tiga kali generasi semenjak keluarnya dari tanah Mesir yang berarti umur Musa memang sudah sangat tua sehingga memerlukan seseorang utnuk menggantikan posisinya.[4] Dalam hal ini tindakan Allah menghukum Musa sudah dipikirkan sejak dulunya sehingga dapat dilihat keadilan Allah dalam menghukum bukan karena kekejaman-Nya melainkan karena kasih-Nya.

Relevansinya Dengan Kehidupan Orang Percaya
          Bila dilihat mengenai Musa dan dosa yang ia lakukan terhadap Tuhan selama masa kepemimpinannya hanya satu kali ia melakukan kesalahan yang membuat dia dihukum oleh Allah karena ketidak percayaannya kepada Allah. Kesalahan yang dilakukan oleh Musa adalah kesalahan yang berasal dari dirinya semdiri yang melanggar perintah Allah. Kesalahan itu bukan karena sungut-sungutnya bangsa Israel yang membuat Musa tidak dapat mengenadalikan emosinya. Bukan masalah memukul bukit batu itu yang menjadi masalahnya melainkan peninggian diri dan otoritas dari dirinya yang seakan-akan menempatkan dirinya diposisi Allah melalui kata-katanya tersebut.[5]
          Karena kesalahan tersebut Musa duhukum tidak dapat masuk kedalam tanah yang dijanjikan tersebut. Penghukuman itu walaupun terlihat tidak berat tetapi bagi pribadi Musa sendiri itu adalah suatu hukuman yang besar karena, bila dilihat dari lamanya waktu Musa memimpin dan jarak yang ditempuh sudah sangat dekat maka itu adalah hal yang sangat menyiksa perasaan Musa sendiri walaupun  akhirnya Allah hanya berkenan kepada Musa untuk dapat melihat tempat itu dari atas gunug Nebo.
        Kesalahan yang dilakuakan oleh Musa dapat dilihat pada masa sekarang ini. Dalam beberapa kasus kepemimpinan banyak pemimpin-pemimpin yang melakukan kesalahan, bukan hanya kesalahan kecil tetapi juga kesalahan yang sangat besar dimata masyarakatnya. Kesalahan yang mereka lakukan sadar atau tanpa sadar telah melukai hati orang-orang yang telah percaya kepadanya. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa seluruh pelangaran yang terjadi bukan berasal dari faktor luar diri melainkan dari dalam diri itu sendiri. Hal itu dapat dipastikan karena kesalahan terjadi karena sudah ada rencana yang timbul dalam pikiran setiap pribadi untuk melakukannya.
        Hal ini menjadi suatu tantangan bagi kehidupan orang-orang percaya karena dalam kehidupan orang percaya kesalahan yang dilakukan oleh Musa merupakan gambaran kesalahan yang terjadi pada masa sekarang ini. Orang-orang percaya tentunya ada orang-orang percaya yang menjadi pemimpin baik itu dalam pemerinthan maupun dalam suatu kelompok tertentu. Kesalahan yang dialami selalu saja sama yaitu kehilangan pengendalian diri dalam memimpin. Kesalahannya yaitu lupa akan anugrah Allah yang memberikan jabatan tersebut kepadanya. Tinggi hati selalu menjadi musuh utama tiap orang yang menjadi pemimpin.
          Hal-hal demikian menjadi pelajaran bagi setiap orang percaya karena dalam kehidupan orang percaya yang utama adalah kepercayaan kepada Allah yang sudah memberikan sebuah kedudukan kepada seseorang. Kerendahan hati menjadi tuntutan bagi setiap orang percaya sebagai pemimpin. Mengingat bahwa keudukan adalha pemberian Allah semata membuat setiap orang dapat mengendalikan dirinya akan kesombongan dan tinggi hati. Oleh karena itu, pengenalan akan Allah sangat penting dalam kepemimpinan, jika pemimpin percaya akan tuntunan Allah dalam menjalankan tugasnya tenttunya dia dapat menjalaninya sesuai apa yang dikehendaki oleh Allah dalam dirinya.  



Kesimpulan
            Dari semua pembahasan yang telah dibahas dapat disimpulkan bahwa kesalahn Musa bukan disebabkan oleh kematian kakaknya maupun karena kekerasan hati bangsa Israel. Dalam hal ini Musa bukanlah marah melainkan ia kehilangan pengendalian dirinya dan melupakan kuasa dan kedudukan Allah sebagai pemimpin yang utama yang berkuasa untuk melakukan mujizat. Perkataan Musa menjadi bukti bahwa ia tidak percaya dan tindakannya membuktikan ketidaktaatan kepada apa yang diperintahkan Allah kepadanya.
            Walaupun Musa dihukum, Allah tetap menunjukkan kasih dan keadilannya kepada Musa dan kepada bangsa Israel. Hukuman Allah terhadap Musa sama dengan hukuman yang dijatuhkan Allah kepada bangsa Israel. Allah masih mengijinkan Musa untuk melihat tanah yang di janjikan Allah akan diberikan kepada bangsa Israel. Dari semua hal itu dapat disimpulkan Allah selalu bertindak adil dalam setiap apa yang Ia lakukan. Allah tidak membeda-bedakna orang lain sesuai dengan apa yang ia telah lakukan tetapi, ia melihat bahwa setiap orang yang melakukan kesalahan harus tetap dihukum.
           
Keadilan Allah kepada bangsa Israel adalah Allah memilih pengganti Musa yaitu Yosua yang akan membawa bangsa Israel memasuki Tanah Kanaan. Dari hal ini dapat dilihat bahwa Allah tidak meninggalkan umat-Nya berjalan seorang diri. Allah selalu menyertai umat-Nya sehingga umat tersebut tidak kehilangan arah. Tanpa Musa dihukum pun Allah tetap menggantikan posisi Musa karena hal itu sudah menjadi bagian dari rencana Allah. Hal itu dikarenakan keadaan Musa pada saat itu yang sudah sangat lanjut umurnya dan mungkin sudah tidak mampu lagi maju ke medan perang untuk dapat merebut tanah yang dijanjikan oleh Allah.




[1] Nn, Tafsiran Alkitab Masa Kini 1 ( Kejadian-Ester ), Revisi (Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 1990), 269.
[2] Walter Riggans, Numbers, 2 (Philadelphia: The Daily Study Bibles, 1973), 152.
[3] Charles F. Pfeiffer dan Everett F. Harrison, The Wycliffe Bible Comentary (Chicago: Moody Press, 1962), 138.
[4] Nn, Alkitab Edisi Studi (Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2010), 329.
[5] Merlin F. Unger, Unger’s Bible Handbook, 8 ed. (Chicago: Moody Press, 1975), 132.

Senin, 07 Desember 2015

Kekristenan dan Demokrasi


            Indonesia adalah negara yang berlandaskan hukum demokrasi yang hukumnya disusun dalam peraturan perundang-undangan. Demikrasi Indonesia juga digambarkan dalam pancasila.Karena itu saya berpendapat bahwa dengan adanya demokrasi semua orang atau rakyat Indonesia berhak mengambil bagian dalam negara ini. Demokrasi Indonesia yang saya tahu adalah terbuka dan tidak ada ketertutupan didalamnya. Oleh karena itu setiap apa yang terjadi di negara Indonesia sudah sewajaranya diketahui oelh rakyat Indonesai.
            Setiap orang berhak berdemokrasi atau mengutarakan semua pendapatnya dan bebas memeluk agamanya masing-masing. Kebebasan memeluk agama sudah disebutkan dalam pancasila nomor satu yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa. Demokrasi memeluk agama merupakan sesuatu yang diperdebatkan selama pembentukan Indonesai dan masih tetap ada samapai sekarang karena masih adanya peran orang-orang kristen dalam negara. "Dalam negara demokrasi semua agama yang ada di dalam negara tidak memasukkan syaritnya dalam undang-undang" seperti yang dikatakan oleh Viktor Mailangkay, anggota DPRD Sulut.[1]
            Saya berpendapat peran orang-orang kristen di negara Indonesia tidak hanya sekedar mengabarakn Firnan Tuhan tetapi juga harus dapat mengerti mengenai demokrasi yang ada di Indonesia. Saya menyadari orang-orang Kristen terlalu tertutup untuk masalah yang satu ini pada hal jika hal ini dibiiarkan begitu saja maka demokrasi di Indonesia hanya akan menjadi peraturan yang berlandaskan agama semata saja.
            Peran gereja sangat penting bagi jemaatnya utnuk membekali jemaat untuk dalam berbagai persoalan yang terjadai dalam masyarakat. Peran hamba-hamba Tuhan semakin membuka pikirannya mengenai sistem hukum yang sedang berjalan di negara Indonesia.
            Sikap toleransi terhadap sesama juga merupakan perwujudan dari negara demokrasi itu sendiri. Dengan terwujudnya relasi yang baik anatar sesama maka dampak yang ditimbulkan sangatlah besar bagi negara itu sendiri. Dari saya berpendapat bahwa kekurang orang-orang kristem adalah keterbukaan terhadap sesamanya. Orang-orang Kristen harus mengambil dampak yang baik bagi seluruh rakyat Indonesia baik yang sesama orang Kristen maupun dengan agama yang berbeda.
            Saya menyadari bahwa sebagai orang Kristen saya tida boleh terlalu fanatik dengan agama saya sendiri shingga menjauhi orang-orang tidak sesuai dengan agama saya. Sebagai orang Kristen saya harus menunjukkan kasih Kristus dalam diri saya dengan terbuka terhadap sesama manusia.




                [1] Stevri I. Lumintang, Re-Indonesianisasi Bangsa: Rakyat Menangis, Pemimpin Bangsa Tertawa, Ideologi Bangsa Dikhianati, Wilayah NKRI Digugat, Bangsa Dinodai Oleh Dosa Bangsa, Alam Dieksploitasi & Diterlantarkan, Agama Dipolitisasi & Negara Diagamaisasi, Cet. 1. (Batu, Jawa Timur, Indonesia: YPPII, Dept. Multimedia, 2009), 92.

Inspirasi Alkitab

Pendahuluan

            Di masa modren ini banyak orang mulai mengaitkan segala pandangan atau ide yang datang tiba-tiba dengan inspirasi. Inspirasi yang mereka maksud tersebut merupakan suatu gamabaran mengenai suatu pandangan yang baru yang membuat seseorang untuk membuat sesutau yang baru. Namun, dalam topik ini apakah inspirasi ini sama dengan inspirasi yang dialami oleh para nabi dan rasul saat membuat ke enam puluh enam kitab?
            Inspirasi Alkitab merupakan suatu yang lebih khusus dan harus betul-betul mengerti dan memahami apa arti dari inspirasi Alkitab itu. Apakah inspirasi yang ada dalam kitab tersebut langsung turun begitu saja atau ada pemikiran para penulis yang masuk dalam kitab tersebut? Atau apakah para penulis kitab tersebut menulis seperti seorang sekertaris yang dipakasa menulis dengan cepat?
            Lalu, bagaimana terjadinya isnpirasi  Alkitab? Ada beberapa teori mengatakan bahwa inspirasi terjadi secara organik, mekanik, dan dinamik. Apakah Tuhan berbicara langsung kepada para penulis kitab atau Roh Kudus menggerakkan penulis secara penuh untuk menulis Firman Tuhan itu? Dan bagaiman juga peran manusia sebagai sarana insprasi? 


Isi

1.        Pengertian Inspirasi Secara Umum
            Pengertian inspirasi bahasa Indonesia dipakai dalam bebrapa arti. Seperti, dalam Ilmu ilmu kedokteran isnpirasi berarti suatu peristiwa menghirup udara atu menarik napas. Dalam bidang seni sering diartikan pengaruh yang membangkitkan kegiatan kreatif dalam bidang kesusastraan, musik seni lukis, dan berbagai kegiatan seni lainnya. Seperti halnya orang menulis puisi, orang itu mendapatkan gamabaran dari apa yang ia lihat dan alamai lalu menjadikannnya sebgai puisi atau lagu yang baru.
            Bila dilihat dari penjelasan diatas dapat dikatakan bahwa inspirasi terjadi karena seseorang mengalami atau melihat sesuatu. Dari apa yang dialami itu seseorang kemudia menjadikannaya sebagai dasr pemikirannya utuk membuat sesuatu yang baru. Dengan kata lain inspirasi terjadi karena adanya faktor eksternal yang mendukung hal itu dapat terjadi.           

2.      Pengertian Inspirasi Alkitab
            Inspirasi Alkitab adalah Allah menghembuskan firman-Nya kepada manusia kedalam pikiran manusia dan manusia menuangkannya kedalam bentuk tulisan. Namun dalam kasus ini pengertian inspirasi bukan merupakan kata yang tepat untuk dipakai sebagai suatu penjelasaan mengenai penulisan Alkitab. Kata inspirasai merupakan terjemahan dari II Timotius 3:16 ( Yunani – theopneustos ) yang berarti Alkitab “dihembuskan keluar” oleh Allah. Sedangkan dinspirasikan beratri menghirup atau menarik kedalam.[1] Inspirasi Alkitab dapat juga diartikan Allah berbicara kepada manusia secara langung melalui karya-Nya yang ajaib sehingga manusia dapat mendengar dan mengerti apa yang di firmankan oleh Allah.
            Dalam bukunya yang berjudul Bibliologi Doktrin Alkitab, Trivena ambasari mengatakan “ Alkitab merupakan pernyataan Allah, didalamnya manusia dapat mengenal Allah, mengetahui asal-usul dirinya serta dunia ini walaupun tida secara detai dan kronologis, karena memang Alkitab bukan merupakan kitab ensiklopedia, biografi, maupun sejarah.“[2] Dapat dikatakan bahwa Alkitab adalah perkataan yang yang dinyatakan dalam bentuk tulisan dan mempunyai fungsi mengajar manusia untuk mengenal akan Allah.

3.      Teori Inspirasi Alkitab
            Dalam pembahasan diatas tadi telah disinggung mengenai teori terjadinya inspirasi Alkitab. Banyak sekali teori mengenai terjadinya inspirasi Alkiatab namun, hanya 3 teori yang paling populer atau dikenal dan yang menurut beberapa orang paling tepat. Ada 3 teori yang mendasari terjadinya inspirasai, yaitu;

3.1  Inspirasi Organis
Inspirasi organis adalah sebuah teori yang mengatakan bahwa Allah berbicara langsung dengan manusia. Allah menaruh firman-Nya ke dalam pikiran manusia namun firman dalam prosesnya firman itu bukan sepenuhnya mengontrol pemikiran penulis kitab. Para penulis masih dapa berpikir sesuai dengan pemikiran mereka tetapi seluruhnya masih berada dalam jalur yang telah ditentukan oleh Allah.
Inspirasi organik juga dapat diartikan sebagai pengarang ilahi dan manusiawi berjalan seimbang Allah mengilhamkan kehendaknya kepada penulis lewat kepribadian, tujuan, pendidikan, dan latar belakang. Pengilhaman terjad pada seluruh isi kitab sui, kata perkata (full inspired), namun bukan berarti didiktekan.Teori pengilhaman organis juga memperhatikan life situation terutama situasi penulis.[3]
Dalam inspirasi organik tidak dapat dipungkiri bahwa pemikiran para penulis juga dapat masuk kedalam tulisan. Hal ini memang bisa terjadi karena para pemikiran para penulis dipengaruhi oleh apa yang ia alam dalam pelyanannya. Tapi, kembali lagi kepada penjelasan sebelumna bahwa Allah mengizinkan itu terjadi selama itu tidak lari dari yang difirmankan oleh Allah. 

3.2  Inspirasi Dinamis
       Teori ini lebih menekankan keterlibatan kedua pribadi yaitu Allah dan manusia dalam pengilhaman dan penulisan Alkitab. Roh Kudus dilihat sebagai pengarah ide atau konsep yang akan ditulisakan . Tetapi membiarkan penulis tersebut sepenuhnya mengembangakan kepribadiannya dalam memilih kata dan cara-cara pengungkapan.[4]
Teori ini menjelasakan bahwa kata-kata yang ada dalam Alkiab merupakan kata-kata manusia bukan perkataan Allah. Allah hanya memberikan konsep atau gamabran mengenai apa yang harus dilakukan oleh manusia. Dengan kata lain Alkitab adalah buku biasa yang dipakai oleh banyak orang sehingga lama kelamaan dipakai sebagai dasar dari agama Kristen.  

3.3  Inspirasi Mekanis
       Inspirasi mekanik adalah sebuah teori yang mengatakn bahwa para penulis di gerakkan Allah secara penuh atau Tuhan mendiktekan firman dan manusia (sebagai penulis) menulikan seluruh perrkataan Allah itu seperti seorang sekertaris yang menulis dengan cepat tanpa adanya kesalahan.
       Dalam inspirasi mekanik manusia tidak memiliki peran apa-apa selain sebagai mesin otomatis saja. Setiap kata baik titik atau koma berasal dari Allah. Teori ini menekankan bahwa Alkitab tidak perlu lagi di kritik secara ilmiah.[5]
       Pandangan ini mungkin ada benarnya tapi tetap saja salah karena dalam Alkitab  para penulis menulis kitab itu secara sadar. Para penulis yang menulis kitab itu mengakui bahwa seluruh tulisan yan mereka tulis adalah tulisannya sendiri dan berdasarkan apa yang ia alami selama pelayanannya dengan Tuhan.

4.        Alkitab Di Insppirasikan Secara Organik
            Setiap orang yang percaya, yakin bahwa Alkitab diinspirasikan oleh Allah melalui Roh Kudus yang memenuhi para penulis dengan Firman-Nya. Setiap orang percaya yakin bahwa Alkitab adalah Firman Allah itu sendiri bukan buku yang berisi Firman Allah. Pendapat ini di dukung dengan teks Alkitab yang diambil dari II Timotius 3:16 yang berbunyi “Segala tulisan yang “diilhamkan” oleh Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan, dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.”
            Namun, dalam kasus ini bagaima Alkitab di inspirasikan? Ada dua teori yang cukup populer untuk menjelaskan bahwa Alkitab diinspirasikan yaitu,  inspirasi secara oragnis dan inspirasi secara dinamis Namiun, inspirasi Alkitab yang benar adalah inspirasi secara organik sangat dipastikan benar karena dapat dilihat dari setiap perkataan yang tertulis dalam Alkitab. Para penulis selalu menuliskan latar belakang dari penulisan kitab itu. Kebanyakan yang menuliskan latar belakang dari surat yang ia tulis.
            Selain itu, setiap tulisan yang ditulis menggambarkan apa yang dialamai oleh para penulis. Setiap kejadian atau peristiwa serta pesan-pesan dan nasehat yang ditulis oleh penulis dalam Alkitab merupakan perintah dan Firman Allah itu sendiri.
              Donald G. Bloesch berkata dalam bukunya yang berjudu Holy Scripture:
          “Inspirasi menghasilkan kesaksian yang dapat diandalkan untuk pekerjaan-pekerjaan Allah karena roh kudus tidak hanya mengilhami para penulis tetapi juga saksi apa yang ditulis. Dia membimbing mereka ke arah apa yang mereka tidak selalu bisa melihat dan memahami melalui kekuatan mereka sendiri.”[6]
            Mungkin ada pertanyaan yang timbul dimana Tuhan menyuruh Musa untuk menulisakan semua perintah Allah dalam kitab Imamat. Namun dapat dilihat dalam proses dia menulis semua perintah Allah itu Musa menulisnya bukan pada saat Tuhan berbicara dengan dia melainkan setelah Tuhan berbicara degan dia. Bila dilihat dari rentang waktunya tentu saja dalam prosesnya pimiran musa juga dapat masuk kedalam tulisannya namun hal itu masih Tuhan ijinkan terjadi.
            Lalu pertanyaan mengenai penggunaan sekertaris dalam penulisan kitab terkuhusus pada tulisan surat Paulus. Dalam khasus ini yang paling dipertanyaakan adalah bahwa kata-kata yang digunakan bisa saja bukan kata-kata nabi atau rasul karena mungkin kayta-kata yang digunakan tidak tepat dalam susunan kalimat yang digunakan.
            Namun, perlu diingat dalam kasus ini juga tidak dapat dipungkiri hal itu dapat terjadi namun, bila dilihat lagi dalam kasus ini hal tersebut masih dalam persetujuan orang yang mendiktekan kata-kata pesan tersebut. Sekalipun yang mengubah kata-katanya adalah sekertaris , itu tidak lepas dari persetujuan orang yang mendiktekanannya dan surat atau pesan Paulus tetap merupakan suratnya.
            Dalam pengispirasian Alkitab adanya peran Roh Kudus yang memimpin para penulis kitab dalam menulis juga merupakan suatu hal yang ajaib. Tuhan tidak membiarkan juga para nabi atau penulis kitab itu menulis dengan bebas. Tetapi dalam prosesnya Tuhan tidak mengekang para penulis itu sepenuhnya. 

5.         Manusia Sebagai Sarana Inspirasi
            Dalam inspirasi Tuhan menggunakan manusia sebagai saran inspirasi-Nya seperti halnya para nabi dan rasul. Peran manusia sebgai sarana inspirasi adalah mendengarkan apa yang Tuhan firmankan. Dengan adanya inspirasi itu manusia dapat mendengar dan mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan oleh Allah.
            Oleh karena itu para nabi di perintahkan Allah untuk mencatat dan menulis semua hukum dan apa yang diperintahkan oleh Allah kepada mereka. Selain sebagai bukti tetapi juga agar setiap orang dapat mengingatnya.
Sekalipun penulis menggunakan kata-kata dan tulisannya sendiri namun ada pekerjaan Tuhan yang begitu ajaib bagi mereka. Tuhan berbicara secara kreatif sehingga perkataan Tuhan dan perkataan manusia ada pada waktu bersamaan. Sehingga semua tulisan yang ditulis dalam Alkitab seluruhnya merupakan perkataan Allah dan manusia sebagai media untuk menuliskan perkataan Allah itu.
            Oleh karena itu bahwa manusia tidak akan bisa mengatakan bahwa apa yang ia tulis merupakan karyanya sendiri yang berasal dari kata-katanya sendiri. Mungkin, secara yeng terlihat mungkin dia yang menulis tapi pemikiran yang ia dapatkan bukan merupakan sepenuhnya dari dirinya dan mungkintidak satupun pemikirannya ada didalamnya. Allah telah memberikan semua pemikiran itu kepada manusia sehingga manusia mampu menulis apa yang di inginkan oleh Allah.

6.        Perbedaan Inspirasi Penulis Buku Biasa Dengan Inspirasi Penulis Alkitab
            Dari pembahasan diatas dapat dilihat perbedaan yang jelas antara inspirasi yang terjadi pada penulis buku biasadengan inpsirai yang terjadi pada penulis Alkitab. Perbedaan-perbedaan-perbedaaan itu terlihat jelas dari sumber inspirasi itu dan proses terjadinya sampai kepada tulisan itu diakui sebgai kitab suci atau tidak.
            Jika dilihat dari sumbernya Alkitab bersumber dari Allah itu sendiri yang menaruh firman-Nya dalam pikiran manusia. Sedangkan sumber dari buku yang ditulis oleh penulis biasa adalah bersumber dari pengalaman dan apa yang dilihat sehingga terjadi suatu penggambaran dalampikirannya dan ia menuliskan semua yang di alami kedalam bentuk buku.
             Dalam prosesnya, isnpirasi Alkitab bukan terjadi pada saat itu juga melainkan memerlukan waktu. Penulis kitab keikan ia menulis kitabnya kemungkinan melakukan pengaamtan sebelum ia menulis kitab itu. Sedangakan dalam proses penulisan buku yang lain berdasarkan pada pemikirran dan kutipan yang diambil dari beberpa kepenaganrangan sebelumnya.
            Pengakuan Alkitab sebgai kitab suci merupakan suatu proses yang sangat panjang. Mulai dari pengkanonan sampai kepada pembritaan. Dalam pengkanonan Alkitab tentu saja memiliki banyak kendala terkhusus kepada pengkanonan Perjanjian Baru. Masalah tersebut tersebut terletak pada pengumpulan kitab-kitab samapai kepada masalah sah atau tidaknya penulis kitab tersebut dimasukkan kedalam kanon.
            Namun, pada akhirnya Alkitab telah selesai dikanon dan sah bahwa Alkitab adalah kitab suci yang berotoritas sebagai dasar pengajaran orang percaya. Ketika pengkanonan selesai maka Alkitab sudah close dan tidka dapat diubah lagi.  


Kesimpulan
            Penulis mnyimpulkan inspirasiAlkitab berbeda dengan inspirasi yang dipahami oleh banyak orang selama ini. Jika inspirasi yang dipahami oleh banyak orang adalah suatu gambaran yang muncul secara tiba-tiba ketika seseorang sedang memikirkan sesutau atau ingin membuat sesuatu. Inspirasi Alkitab merupakan pikiran Allah itu sendiri yang di turunkan ke dalam pikiran manusia sehingga para penulis mampu untuk menulis semua yang di inginkan oleh Allah untuk dilakukan oleh manusia.
            Pemahaman tentang inspirasi yang benar adalah firman Allah yang diilhamkan kedalam pikiran manusia dan manusia itu menulisnya dengan sadar tidak di gerakkan seperti robot atau seperti sekertaris yang harus menulis dengan cepat semua yang dikatakan oleh Allah. Dengan kata lain inspirasi terjadi secara oraganik dimana Allah langsung berbicara kepada manusia dengan menaruh pikirannya kedalam pikiran manusia.
            Penulis yang sudah di inspirasikan digerakkan oleh Roh Kudus untuk dapat menulis seluruh kitab.Namun, digerakkan disini bukan berarti penulis itu menulis seperti orang yang kerasukan yang menulis menullis dibawah alam sadarnya tetapi, penulis masih menulis dengan pikiran yang sadar. Oleh karena itu, tidak dapat dipungkiri bahwa pikiran para penulis juga dapat masuk kedalam tulisan. Namun, Allah mengizinkan hal terjadi sehingga pemikiran penulis tidak keluar dari apa yang diinginkan oleh Allah.
            Alkitab bukanlah pemikiran atau tulisan manusia yang datang ditulis begitu saja Alkitab adalah pikiran dan Firman Allah itu sendiri. Setiap orang tidak dapat mengatakan bahwa kata-kata penulis adalah kata-kata yang muncul karena kepintaran para penulis. Penulis tidak akan dapat menulis atau berkata-kata kalau tidak ada karya dan karunia Allah yang begitu ajaib sehingga dapat menyampaikan Firman Allah itu dalam bentuk tulisan .
            Donald G. Bloesch and Donald G. Bloesch berkata Inspirasi bukan pokok dari pewahyuan tetapi merupakan unsur keandalan dari saksi spiritual.[7] Inspirasi merupakan cara Allah menyampaikan Firmnan-Nya kepada manusia sehingga manusia dapat mengetahui apa yang diinginkan oleh Allah untuk manusia lakukan.



[1] W. Gary Crampton, Verbum Dei (Alkitab : Firman Allah), 1st ed. (Momentum, 2000), 52.

[2] Trivena Ambasari, Bibliologi Doktrin Alkitab, Cet. 4. (Surabaya: Momentum, 2012), 14.
                
[3] Togardo Siburian, Tota Scriptura (Bandung: Dygta, 2015).

[4] Ir. Mangapul Sagala, Otoritas Alkitab Teori Pengilhaman & Ketidak Bersalhan Alkitab, Cet. 1. (Jakarta: Perkantas Jakarta, 1997), 31.
               
[5] Togardo Siburian, Tota Scriptura.
               
[6] Donald G. Bloesch and Donald G. Bloesch, Holy Scripture: Revelation, Inspiration & Interpretation, Christian foundations (Downers Grove, Ill: InterVarsity Press, 2006), 127.

[7] Ibid., 126.

Pernahkah kamu berada dalam satu situasi di mana kamu tidak lagi tahu harus melangkah ke mana dan harus melakukan apa lagi? Setiap orang pa...