Pernahkah kamu berada dalam satu situasi di mana kamu tidak lagi tahu harus melangkah ke mana dan harus melakukan apa lagi? Setiap orang pasti pernah mengalaminya, saat ketika tidak ada lagi tujuan, harapan, bahkan masa depan yang tidak jelas. Tidak hanya sampai di situ saja, bahkan setelah semua jalan panjang dan kegiatan yang menyibukkan, jalan untuk pulangpun tidak bisa lagi ditemukan.
Jika ditanya, bagaimana rasanya mengalami hal tersebut? Maka akan aku jawab tidak menyenangkan, merepotkan, tidak membuat tenang, dan merepotkan lagi. Ada yang bilang di saat seperti itulah masalah yang melebihi masalah mulai bermunculan, dan itu semua benar. Namun demikian, aku bercerita seperti ini bukan tanpa penyelesaian.
Mazmur 14:1-7, menjadi refleksi saya saat ini membuat saya mengerti tentang masalah yang sedang saya hadapi tersebut. Melalui refleksi ini, saya menyedari bahwa yang sedang saya lakukan adalah mengerjakan apa yang seharusnya tidak saya kerjakan dan melangkah di jalan yang bukan jalannya saya. Sehingga itu membuat saya bingung dan tidak tahu apa yang sedang saya lakukan dan kemana saya harus melangkah.
Tuhan sudah membuat jalan-Nya kepada tiap-tiap orang. Sehingga setiap orang hanya tinggal melangkah di jalan yang sudah disediakan itu. Jangan takut bahwa apa yang akan kamu jumpai ke depannya akan berat, karena Dia tahu batas kemampuna setiap orang.
Bahkan, sekalipun kita nanti tanpa sadar menyimpang dari jalan tersebut, Ia tetap setia menunggu kita datang kembali. Ia adalah Tuhan yang baik, pemurah dan kasih yang menuntun kita kembali ke jalan yang benar. Percayalah bahwa selama kita mengikuti jalan-Nya kita tidak pernah sendirian.
Saya adalah seorang Kristen, percaya kepada Tuhan, dan memiliki iman kepada-Nya. Saya tahu bahwa saya tidaklah sempurna dan bisa jatuh kapan saja dan oleh berbagai sebab. Namun, satu hal yang pasti, dalam setiap kejatuhan itu saya mempercayai satu hal, bahwa ada satu Tuhan akan yang selalu mendorongku dari belakang untuk terus maju, mengangkatku ketika aku jatuh, dan menghibur aku ketika dalam susah.
Mazmur 14:1-7, menjadi refleksi saya saat ini membuat saya mengerti tentang masalah yang sedang saya hadapi tersebut. Melalui refleksi ini, saya menyedari bahwa yang sedang saya lakukan adalah mengerjakan apa yang seharusnya tidak saya kerjakan dan melangkah di jalan yang bukan jalannya saya. Sehingga itu membuat saya bingung dan tidak tahu apa yang sedang saya lakukan dan kemana saya harus melangkah.
Tuhan sudah membuat jalan-Nya kepada tiap-tiap orang. Sehingga setiap orang hanya tinggal melangkah di jalan yang sudah disediakan itu. Jangan takut bahwa apa yang akan kamu jumpai ke depannya akan berat, karena Dia tahu batas kemampuna setiap orang.
Bahkan, sekalipun kita nanti tanpa sadar menyimpang dari jalan tersebut, Ia tetap setia menunggu kita datang kembali. Ia adalah Tuhan yang baik, pemurah dan kasih yang menuntun kita kembali ke jalan yang benar. Percayalah bahwa selama kita mengikuti jalan-Nya kita tidak pernah sendirian.
Saya adalah seorang Kristen, percaya kepada Tuhan, dan memiliki iman kepada-Nya. Saya tahu bahwa saya tidaklah sempurna dan bisa jatuh kapan saja dan oleh berbagai sebab. Namun, satu hal yang pasti, dalam setiap kejatuhan itu saya mempercayai satu hal, bahwa ada satu Tuhan akan yang selalu mendorongku dari belakang untuk terus maju, mengangkatku ketika aku jatuh, dan menghibur aku ketika dalam susah.
Ini memang cerita namun ada satu hal yang ingin aku bagikan kepada semua orang. Satu hal yang selalu saya yakini hingga saat ini adalah "Kamu tidak sendiri". Saya sendiri berani berbicara seperti ini karena saya pernah/selalu/sengaja/ mencoba untuk membuktikan ketidak sendirianku dan merasakan banyak pergumulan itu dan saya tahu itu bukanlah hal yang membahagiakan.
Sehingga dalam hal ini saya memang harus mempercayai kepada-Nya. Berjalan di jalan yang sudah Dia siapkan adalah anugerah, dan terkahir adalah penyertaan-Nya nyata yang masih saya rasakan sampai saat ini.
Sehingga dalam hal ini saya memang harus mempercayai kepada-Nya. Berjalan di jalan yang sudah Dia siapkan adalah anugerah, dan terkahir adalah penyertaan-Nya nyata yang masih saya rasakan sampai saat ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar