Pendahuluan
Di
masa modren ini banyak orang mulai mengaitkan segala pandangan atau ide yang
datang tiba-tiba dengan inspirasi. Inspirasi yang mereka maksud tersebut
merupakan suatu gamabaran mengenai suatu pandangan yang baru yang membuat seseorang
untuk membuat sesutau yang baru. Namun, dalam topik ini apakah inspirasi ini
sama dengan inspirasi yang dialami oleh para nabi dan rasul saat membuat ke
enam puluh enam kitab?
Inspirasi
Alkitab merupakan suatu yang lebih khusus dan harus betul-betul mengerti dan
memahami apa arti dari inspirasi Alkitab itu. Apakah inspirasi yang ada dalam
kitab tersebut langsung turun begitu saja atau ada pemikiran para penulis yang
masuk dalam kitab tersebut? Atau apakah para penulis kitab tersebut menulis
seperti seorang sekertaris yang dipakasa menulis dengan cepat?
Lalu, bagaimana terjadinya isnpirasi Alkitab? Ada beberapa teori mengatakan bahwa
inspirasi terjadi secara organik, mekanik, dan dinamik. Apakah Tuhan berbicara
langsung kepada para penulis kitab atau Roh Kudus menggerakkan penulis secara
penuh untuk menulis Firman Tuhan itu? Dan bagaiman juga peran manusia sebagai
sarana insprasi?
Isi
1.
Pengertian Inspirasi Secara Umum
Pengertian
inspirasi bahasa Indonesia dipakai dalam bebrapa arti. Seperti, dalam Ilmu ilmu
kedokteran isnpirasi berarti suatu peristiwa menghirup udara atu menarik napas.
Dalam bidang seni sering diartikan pengaruh yang membangkitkan kegiatan kreatif
dalam bidang kesusastraan, musik seni lukis, dan berbagai kegiatan seni
lainnya. Seperti halnya orang menulis puisi, orang itu mendapatkan gamabaran
dari apa yang ia lihat dan alamai lalu menjadikannnya sebgai puisi atau lagu
yang baru.
Bila dilihat dari penjelasan diatas
dapat dikatakan bahwa inspirasi terjadi karena seseorang mengalami atau melihat
sesuatu. Dari apa yang dialami itu seseorang kemudia menjadikannaya sebagai
dasr pemikirannya utuk membuat sesuatu yang baru. Dengan kata lain inspirasi
terjadi karena adanya faktor eksternal yang mendukung hal itu dapat terjadi.
2. Pengertian
Inspirasi Alkitab
Inspirasi Alkitab adalah Allah menghembuskan
firman-Nya kepada manusia kedalam pikiran manusia dan manusia menuangkannya
kedalam bentuk tulisan. Namun dalam kasus ini pengertian inspirasi bukan
merupakan kata yang tepat untuk dipakai sebagai suatu penjelasaan mengenai
penulisan Alkitab. Kata inspirasai merupakan terjemahan dari II Timotius 3:16 (
Yunani – theopneustos ) yang berarti Alkitab “dihembuskan keluar” oleh
Allah. Sedangkan dinspirasikan beratri menghirup atau menarik kedalam.
Inspirasi Alkitab dapat juga diartikan Allah berbicara kepada manusia secara
langung melalui karya-Nya yang ajaib sehingga manusia dapat mendengar dan
mengerti apa yang di firmankan oleh Allah.
Dalam bukunya yang berjudul
Bibliologi Doktrin Alkitab, Trivena ambasari mengatakan “ Alkitab merupakan
pernyataan Allah, didalamnya manusia dapat mengenal Allah, mengetahui asal-usul
dirinya serta dunia ini walaupun tida secara detai dan kronologis, karena
memang Alkitab bukan merupakan kitab ensiklopedia, biografi, maupun sejarah.“ Dapat
dikatakan bahwa Alkitab adalah perkataan yang yang dinyatakan dalam bentuk
tulisan dan mempunyai fungsi mengajar manusia untuk mengenal akan Allah.
3. Teori
Inspirasi Alkitab
Dalam
pembahasan diatas tadi telah disinggung mengenai teori terjadinya inspirasi
Alkitab. Banyak sekali teori mengenai terjadinya inspirasi Alkiatab namun,
hanya 3 teori yang paling populer atau dikenal dan yang menurut beberapa orang
paling tepat. Ada 3 teori yang mendasari terjadinya inspirasai, yaitu;
3.1 Inspirasi Organis
Inspirasi
organis adalah sebuah teori yang mengatakan bahwa Allah berbicara langsung
dengan manusia. Allah menaruh firman-Nya ke dalam pikiran manusia namun firman
dalam prosesnya firman itu bukan sepenuhnya mengontrol pemikiran penulis kitab.
Para penulis masih dapa berpikir sesuai dengan pemikiran mereka tetapi
seluruhnya masih berada dalam jalur yang telah ditentukan oleh Allah.
Inspirasi
organik juga dapat diartikan sebagai pengarang ilahi dan manusiawi berjalan
seimbang Allah mengilhamkan kehendaknya kepada penulis lewat kepribadian,
tujuan, pendidikan, dan latar belakang. Pengilhaman terjad pada seluruh isi
kitab sui, kata perkata (full inspired), namun bukan berarti didiktekan.Teori
pengilhaman organis juga memperhatikan life
situation terutama situasi penulis.
Dalam
inspirasi organik tidak dapat dipungkiri bahwa pemikiran para penulis juga
dapat masuk kedalam tulisan. Hal ini memang bisa terjadi karena para pemikiran
para penulis dipengaruhi oleh apa yang ia alam dalam pelyanannya. Tapi, kembali
lagi kepada penjelasan sebelumna bahwa Allah mengizinkan itu terjadi selama itu
tidak lari dari yang difirmankan oleh Allah.
3.2 Inspirasi Dinamis
Teori
ini lebih menekankan keterlibatan kedua pribadi yaitu Allah dan manusia dalam
pengilhaman dan penulisan Alkitab. Roh Kudus dilihat sebagai pengarah ide atau
konsep yang akan ditulisakan . Tetapi membiarkan penulis tersebut sepenuhnya
mengembangakan kepribadiannya dalam memilih kata dan cara-cara pengungkapan.
Teori
ini menjelasakan bahwa kata-kata yang ada dalam Alkiab merupakan kata-kata
manusia bukan perkataan Allah. Allah hanya memberikan konsep atau gamabran
mengenai apa yang harus dilakukan oleh manusia. Dengan kata lain Alkitab adalah
buku biasa yang dipakai oleh banyak orang sehingga lama kelamaan dipakai
sebagai dasar dari agama Kristen.
3.3 Inspirasi Mekanis
Inspirasi
mekanik adalah sebuah teori yang mengatakn bahwa para penulis di gerakkan Allah
secara penuh atau Tuhan mendiktekan firman dan manusia (sebagai penulis)
menulikan seluruh perrkataan Allah itu seperti seorang sekertaris yang menulis
dengan cepat tanpa adanya kesalahan.
Dalam inspirasi mekanik manusia tidak
memiliki peran apa-apa selain sebagai mesin otomatis saja. Setiap kata baik
titik atau koma berasal dari Allah. Teori ini menekankan bahwa Alkitab tidak
perlu lagi di kritik secara ilmiah.
Pandangan ini mungkin ada benarnya tapi
tetap saja salah karena dalam Alkitab
para penulis menulis kitab itu secara sadar. Para penulis yang menulis
kitab itu mengakui bahwa seluruh tulisan yan mereka tulis adalah tulisannya
sendiri dan berdasarkan apa yang ia alami selama pelayanannya dengan Tuhan.
4.
Alkitab Di Insppirasikan Secara Organik
Setiap orang yang percaya, yakin
bahwa Alkitab diinspirasikan oleh Allah melalui Roh Kudus yang memenuhi para
penulis dengan Firman-Nya. Setiap orang percaya yakin bahwa Alkitab adalah
Firman Allah itu sendiri bukan buku yang berisi Firman Allah. Pendapat ini di
dukung dengan teks Alkitab yang diambil dari II Timotius 3:16 yang berbunyi
“Segala tulisan yang “diilhamkan” oleh Allah memang bermanfaat untuk mengajar,
untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan, dan untuk mendidik
orang dalam kebenaran.”
Namun, dalam kasus ini bagaima
Alkitab di inspirasikan? Ada dua teori yang cukup populer untuk menjelaskan
bahwa Alkitab diinspirasikan yaitu, inspirasi secara oragnis dan inspirasi secara
dinamis Namiun, inspirasi Alkitab yang benar adalah inspirasi secara organik
sangat dipastikan benar karena dapat dilihat dari setiap perkataan yang
tertulis dalam Alkitab. Para penulis selalu menuliskan latar belakang dari
penulisan kitab itu. Kebanyakan yang menuliskan latar belakang dari surat yang
ia tulis.
Selain itu, setiap tulisan yang
ditulis menggambarkan apa yang dialamai oleh para penulis. Setiap kejadian atau
peristiwa serta pesan-pesan dan nasehat yang ditulis oleh penulis dalam Alkitab
merupakan perintah dan Firman Allah itu sendiri.
Donald G. Bloesch berkata dalam bukunya yang berjudu Holy Scripture:
“Inspirasi
menghasilkan kesaksian yang dapat diandalkan untuk pekerjaan-pekerjaan Allah
karena roh kudus tidak hanya mengilhami para penulis tetapi juga saksi apa yang
ditulis. Dia membimbing mereka ke arah apa yang mereka tidak selalu bisa
melihat dan memahami melalui kekuatan mereka sendiri.”
Mungkin
ada pertanyaan yang timbul dimana Tuhan menyuruh Musa untuk menulisakan semua
perintah Allah dalam kitab Imamat. Namun dapat dilihat dalam proses dia menulis
semua perintah Allah itu Musa menulisnya bukan pada saat Tuhan berbicara dengan
dia melainkan setelah Tuhan berbicara degan dia. Bila dilihat dari rentang
waktunya tentu saja dalam prosesnya pimiran musa juga dapat masuk kedalam
tulisannya namun hal itu masih Tuhan ijinkan terjadi.
Lalu
pertanyaan mengenai penggunaan sekertaris dalam penulisan kitab terkuhusus pada
tulisan surat Paulus. Dalam khasus ini yang paling dipertanyaakan adalah bahwa
kata-kata yang digunakan bisa saja bukan kata-kata nabi atau rasul karena
mungkin kayta-kata yang digunakan tidak tepat dalam susunan kalimat yang
digunakan.
Namun,
perlu diingat dalam kasus ini juga tidak dapat dipungkiri hal itu dapat terjadi
namun, bila dilihat lagi dalam kasus ini hal tersebut masih dalam persetujuan
orang yang mendiktekan kata-kata pesan tersebut. Sekalipun yang mengubah
kata-katanya adalah sekertaris , itu tidak lepas dari persetujuan orang yang
mendiktekanannya dan surat atau pesan Paulus tetap merupakan suratnya.
Dalam
pengispirasian Alkitab adanya peran Roh Kudus yang memimpin para penulis kitab
dalam menulis juga merupakan suatu hal yang ajaib. Tuhan tidak membiarkan juga
para nabi atau penulis kitab itu menulis dengan bebas. Tetapi dalam prosesnya
Tuhan tidak mengekang para penulis itu sepenuhnya.
5.
Manusia
Sebagai Sarana Inspirasi
Dalam
inspirasi Tuhan menggunakan manusia sebagai saran inspirasi-Nya seperti halnya
para nabi dan rasul. Peran manusia sebgai sarana inspirasi adalah mendengarkan
apa yang Tuhan firmankan. Dengan adanya inspirasi itu manusia dapat mendengar
dan mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan oleh Allah.
Oleh karena itu para nabi di
perintahkan Allah untuk mencatat dan menulis semua hukum dan apa yang
diperintahkan oleh Allah kepada mereka. Selain sebagai bukti tetapi juga agar
setiap orang dapat mengingatnya.
Sekalipun penulis menggunakan kata-kata dan tulisannya
sendiri namun ada pekerjaan Tuhan yang begitu ajaib bagi mereka. Tuhan
berbicara secara kreatif sehingga perkataan Tuhan dan perkataan manusia ada
pada waktu bersamaan. Sehingga semua tulisan yang ditulis dalam Alkitab
seluruhnya merupakan perkataan Allah dan manusia sebagai media untuk menuliskan
perkataan Allah itu.
Oleh
karena itu bahwa manusia tidak akan bisa mengatakan bahwa apa yang ia tulis
merupakan karyanya sendiri yang berasal dari kata-katanya sendiri. Mungkin,
secara yeng terlihat mungkin dia yang menulis tapi pemikiran yang ia dapatkan
bukan merupakan sepenuhnya dari dirinya dan mungkintidak satupun pemikirannya ada
didalamnya. Allah telah memberikan semua pemikiran itu kepada manusia sehingga
manusia mampu menulis apa yang di inginkan oleh Allah.
6.
Perbedaan Inspirasi Penulis Buku Biasa Dengan Inspirasi Penulis Alkitab
Dari
pembahasan diatas dapat dilihat perbedaan yang jelas antara inspirasi yang
terjadi pada penulis buku biasadengan inpsirai yang terjadi pada penulis
Alkitab. Perbedaan-perbedaan-perbedaaan itu terlihat jelas dari sumber
inspirasi itu dan proses terjadinya sampai kepada tulisan itu diakui sebgai
kitab suci atau tidak.
Jika
dilihat dari sumbernya Alkitab bersumber dari Allah itu sendiri yang menaruh
firman-Nya dalam pikiran manusia. Sedangkan sumber dari buku yang ditulis oleh
penulis biasa adalah bersumber dari pengalaman dan apa yang dilihat sehingga
terjadi suatu penggambaran dalampikirannya dan ia menuliskan semua yang di
alami kedalam bentuk buku.
Dalam prosesnya, isnpirasi Alkitab bukan
terjadi pada saat itu juga melainkan memerlukan waktu. Penulis kitab keikan ia
menulis kitabnya kemungkinan melakukan pengaamtan sebelum ia menulis kitab itu.
Sedangakan dalam proses penulisan buku yang lain berdasarkan pada pemikirran
dan kutipan yang diambil dari beberpa kepenaganrangan sebelumnya.
Pengakuan
Alkitab sebgai kitab suci merupakan suatu proses yang sangat panjang. Mulai
dari pengkanonan sampai kepada pembritaan. Dalam pengkanonan Alkitab tentu saja
memiliki banyak kendala terkhusus kepada pengkanonan Perjanjian Baru. Masalah
tersebut tersebut terletak pada pengumpulan kitab-kitab samapai kepada masalah
sah atau tidaknya penulis kitab tersebut dimasukkan kedalam kanon.
Namun,
pada akhirnya Alkitab telah selesai dikanon dan sah bahwa Alkitab adalah kitab
suci yang berotoritas sebagai dasar pengajaran orang percaya. Ketika
pengkanonan selesai maka Alkitab sudah close
dan tidka dapat diubah lagi.
Kesimpulan
Penulis mnyimpulkan inspirasiAlkitab
berbeda dengan inspirasi yang dipahami oleh banyak orang selama ini. Jika
inspirasi yang dipahami oleh banyak orang adalah suatu gambaran yang muncul
secara tiba-tiba ketika seseorang sedang memikirkan sesutau atau ingin membuat
sesuatu. Inspirasi Alkitab merupakan pikiran Allah itu sendiri yang di turunkan
ke dalam pikiran manusia sehingga para penulis mampu untuk menulis semua yang
di inginkan oleh Allah untuk dilakukan oleh manusia.
Pemahaman tentang inspirasi yang
benar adalah firman Allah yang diilhamkan kedalam pikiran manusia dan manusia
itu menulisnya dengan sadar tidak di gerakkan seperti robot atau seperti
sekertaris yang harus menulis dengan cepat semua yang dikatakan oleh Allah.
Dengan kata lain inspirasi terjadi secara oraganik dimana Allah langsung berbicara
kepada manusia dengan menaruh pikirannya kedalam pikiran manusia.
Penulis yang sudah di inspirasikan
digerakkan oleh Roh Kudus untuk dapat menulis seluruh kitab.Namun, digerakkan disini
bukan berarti penulis itu menulis seperti orang yang kerasukan yang menulis
menullis dibawah alam sadarnya tetapi, penulis masih menulis dengan pikiran
yang sadar. Oleh karena itu, tidak dapat dipungkiri bahwa pikiran para penulis
juga dapat masuk kedalam tulisan. Namun, Allah mengizinkan hal terjadi sehingga
pemikiran penulis tidak keluar dari apa yang diinginkan oleh Allah.
Alkitab bukanlah pemikiran atau
tulisan manusia yang datang ditulis begitu saja Alkitab adalah pikiran dan
Firman Allah itu sendiri. Setiap orang tidak dapat mengatakan bahwa kata-kata
penulis adalah kata-kata yang muncul karena kepintaran para penulis. Penulis
tidak akan dapat menulis atau berkata-kata kalau tidak ada karya dan karunia
Allah yang begitu ajaib sehingga dapat menyampaikan Firman Allah itu dalam
bentuk tulisan .
Donald G. Bloesch and Donald G. Bloesch
berkata Inspirasi bukan pokok
dari pewahyuan tetapi merupakan unsur keandalan dari saksi spiritual.
Inspirasi merupakan cara Allah menyampaikan Firmnan-Nya kepada manusia sehingga
manusia dapat mengetahui apa yang diinginkan oleh Allah untuk manusia lakukan.