Sabtu, 13 April 2019

Pernahkah kamu berada dalam satu situasi di mana kamu tidak lagi tahu harus melangkah ke mana dan harus melakukan apa lagi? Setiap orang pasti pernah mengalaminya, saat ketika tidak ada lagi tujuan, harapan, bahkan masa depan yang tidak jelas. Tidak hanya sampai di situ saja, bahkan setelah semua jalan panjang dan kegiatan yang menyibukkan, jalan untuk pulangpun tidak bisa lagi ditemukan. 
Jika ditanya, bagaimana rasanya mengalami hal tersebut? Maka akan aku jawab tidak menyenangkan, merepotkan, tidak membuat tenang, dan merepotkan lagi. Ada yang bilang di saat seperti itulah masalah yang melebihi masalah mulai bermunculan, dan itu semua benar. Namun demikian, aku bercerita seperti ini bukan tanpa penyelesaian.
Mazmur 14:1-7, menjadi refleksi saya saat ini membuat saya mengerti tentang masalah yang sedang saya hadapi tersebut. Melalui refleksi ini, saya menyedari bahwa yang sedang saya lakukan adalah mengerjakan apa yang seharusnya tidak saya kerjakan dan melangkah di jalan yang bukan jalannya saya. Sehingga itu membuat saya bingung dan tidak tahu apa yang sedang saya lakukan dan kemana saya harus melangkah.
Tuhan sudah membuat jalan-Nya kepada tiap-tiap orang. Sehingga setiap orang hanya tinggal melangkah di jalan yang sudah disediakan itu. Jangan takut bahwa apa yang akan kamu jumpai ke depannya akan berat, karena Dia tahu batas kemampuna setiap orang.
Bahkan, sekalipun kita nanti tanpa sadar menyimpang dari jalan tersebut, Ia tetap setia menunggu kita datang kembali. Ia adalah Tuhan yang baik, pemurah dan kasih yang menuntun kita kembali ke jalan yang benar. Percayalah bahwa selama kita mengikuti jalan-Nya kita tidak pernah sendirian.
Saya adalah seorang Kristen, percaya kepada Tuhan, dan memiliki iman kepada-Nya. Saya tahu bahwa saya tidaklah sempurna dan bisa jatuh kapan saja dan oleh berbagai sebab. Namun, satu hal yang pasti, dalam setiap kejatuhan itu saya mempercayai satu hal, bahwa ada satu Tuhan akan yang selalu mendorongku dari belakang untuk terus maju, mengangkatku ketika aku jatuh, dan menghibur aku ketika dalam susah.
Ini memang cerita namun ada satu hal yang ingin aku bagikan kepada semua orang. Satu hal yang selalu saya yakini hingga saat ini adalah "Kamu tidak sendiri". Saya sendiri berani berbicara seperti ini karena saya pernah/selalu/sengaja/ mencoba untuk membuktikan ketidak sendirianku dan merasakan banyak pergumulan itu dan saya tahu itu bukanlah hal yang membahagiakan.
Sehingga dalam hal ini  saya memang harus mempercayai kepada-Nya. Berjalan di jalan yang sudah Dia siapkan adalah anugerah, dan terkahir adalah penyertaan-Nya nyata yang masih saya rasakan sampai saat ini.

Kamis, 10 Januari 2019

Me and me

Mungkinkah manusia memang ada yang dilahirkan dengan banyak kekurangan? Jika memang demikian apakah itu karena kasih Tuhan kurang bagi dia, atau itu terlalu berlebih sehingga tidak sanggup menerimanya. Yang pasti hal demikian tentulah tidak. Lalu apa yang salah? Pernahkah kamu menerima dirimu sendiri? Aku selalu mencoba menerimanya dan yang aku jumpai hanya banyak kegagalan di dalamnya. Apakah itu cukup untuk menerima? Apa yang sebenarnya keinginanmu? Yang ku inginkan hanyalah agar aku bisa sama seperti orang lain. Akau melihat bahwa banyak orang-orang bisa melakukan apa yang aku tidak bisa. Bukankah kamu pernah mengatakan bahwa kamu bisa dekat dengan anak-anak? Siapapun bisa dekat dengan anak-anak, tidak tanpa di dekatipun anak-anak itu akan dengan sendirinya mendekat kepada siapapun. Kamu yakin dengan pemikiran itu? Jika demikian bisakah kamu menjelaskan sebuah kejadian di mana seorang anak menolak orang tuanya sendiri atau seorang anak yang tidak mau begaul dengna siapun? Jangan pernah menganggap rendah apa yang kamu miliki. Jika memang hal itu demikian, maka seharusnya ketika manusia jatuh dalam dosa Tuhan tidak perlu datang kepada manusia tersebut, melainkan sebaliknya. Lalu apa yang salah dengan ku? Setiap kali aku berusaha, aku selalu merasa gagal, dan setiap kegagalan itu hanya menjadi beban bagi orang lain. Bisa tidak kamu berhenti untuk tidak memikirkan apa yang orang lain katakan atau apa yang orang lain rasakan. Kamu tidak bisa mengetahui apa yang dipikirkan oleh orang lain demikian juga sebaliknya!!! Sekarang apakah kamu sudah mengenal dirimu sendiri?Bagiamana dirimu sendiri sebenarnya? Jika memang kamu sudah tidak tahu siapa lagi dirimu, setidaknya sekarang bagaimana dirimu yang sekarang? Pernahkah kamu memberikan penilaian yang layak untuk dirimu?............... Lihat dirimu! kamu sendiri tidak lagi bisa menilai bagaimana dirimu yang sebenarnya. Dan sekarang kamu masih mau memikirkan apa yang orang lain rasakan dan dipikirkan terhadapmu? Jangan membuatku tertawa akan hal itu, karena tidak ada yang lucu akan hal itu. Aku juga adalah bagian dari dirimu dan aku tidak ingin kamu terus menerus jatuh dalam hal yang demikian terus menerus. Mungkin aku sudah lama membiarkan dirimu seperti ini berharap kamu bisa berubah dengan sendirinya, tapi nyatanya tidak. Apakah kamu masih mau lari lagi? Sekarang apa yang ingin kamu katakan? Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan, karena semua sudah terlihat kabur bagiku, aku tidak tahu lagi harus melangkah kemana. Tidak apa-apa, bukankah itu gunanya kami di sini, yaitu untuk mendukungmu? Apakah aku memang betul-betul bisa untuk berubah? Tentu saja bisa. Baikalh aku akan mencoba sekali lagi. Eh hm, cobalah.  

Pernahkah kamu berada dalam satu situasi di mana kamu tidak lagi tahu harus melangkah ke mana dan harus melakukan apa lagi? Setiap orang pa...